Hadiri Monitoring dan Evaluasi DDP Kabupaten Kukar, Pj Gubernur: Kades Punya Marwah Menolak Program yang Tidak Sesuai
POSKOTAKALTIMNEWS,BALIKPAPAN : Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik menghadiri Monitoring Evaluasi dan Pre Laporan Data Desa Presisi (DDP) Kabupaten Kutai Kartanegara, di Ball Room Hotel Novotel Balikpapan, Kamis (14/11/2024).
Akmal Malik,
mengatakan data desa presisi yang saat
ini tengah dilakukan di Kukar
bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor, nantinya membuat para kepala desa dan lurah mempunyai
basis data sebagai perencanaan pembangunan desa.
“Kepala desa nanti
punya marwah untuk menchallange kebijakan ataupun program yang tidak sesuai
dengan kondisi di desanya,” kata Akmal.
Jadi, kepala desa
tidak hanya menerima kebijakan atau program yang diberikan, karena sudah
memiliki data presisi bagaimana program pembangunan yang sesuai dengan
wilayahnya.
“Inilah esensi otonomi
daerah, bapak/ibu menguasai secara detail apa yang ada di wilayah
masing-masing,”tegas Akmal.
Akmal teringat pidato
Presiden Prabowo pada saat kampanye menyoroti banyak terjadi kebocoran anggaran
karena tidak tepat sasaran.
“Anggaran yang besar bisa tidak tepat sasaran jika tidak didukung data yang jelas,”katanya.
Dia mencontohkan,
bagaimana data desa presisi di Penajam Paser Utara (PPU) bisa menjadi rujukan
dalam pembayaran klaim untuk tenaga rentan.
Sebelumnya data yang
harus dibayar sebanyak 5.400 tenaga
rentan dengan besaran Rp. 100 ribu.
Namun setelah dilakukan pemetaan drone
partisipatory mapping, (by name, by address) data yang muncul hanya
sekitar 1000 tenaga rentan.
“Jadi hanya 30 persen
hampir 70 persen bocor tudak tepat sasaran,” ujarnya.
Akmal tidak
menyalahkan siapapun karena menurutnya sistem pendataan selama ini salah karena
tidak melibatkan desa maupun kelurahan dan data yang disampaikan juga tidak
valid.
“Ini karena kita tidak
punya sistem melihat tenaga rentan secara cepat,”katanya.
Kepala Dinas
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kaltim, Puguh Harjanto mengatakan
pemetaan DDP di Kabupaten Kukar dilaksanakan di 104 desa. Data-datq itu
nantinya dapat digunakan para kepala desa dalam menyusun rencana pembangunan
jangka menengah (RPJM) desa/kelurahan.
“Data ini nanti
menjadi rujukan dalam menyusun strategi pembangunan,”ujarnya.
Selain itu manfaat
lainnya, memudahkan pengambilan keputusan tentang desa/kelurahan serta memberi
gambaran sosial ekonomi desa/kelurahan.
“Data presisi ini juga
menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya,”kata
Puguh
Selain Kabupaten
Kukar, sebelumnya Pemprov Kaltim juga telah melakukan penyusunan data presisi
desa di Kabupaten PPU di 40 desa dan kelurahan.
Hadir pada acara itu,
Pelaksana Kegiatan DDP dan Dekan
Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Sofyan Sjaf, Asisten
Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, serta
sejumlah camat dan kepala desa, lurah se Kabupaten Kukar. (mar)